PELATIHAN TEKNOLOGI PAKAN TERNAK

Kiri Ibu Firi Abdul Alwi ( Kepala Bidang Peternakan Pohuwato ) Kiri Kedua Hanif Hakim ( Mahasiswa UGM Jurusan Dokter Hewan Kana Kedua Delvin  Reza ( Mahasiswa UGM ) Kanan Nurkholis abduh S.Pd.I ( Kepala Desa Kalimas )

Kalimas-Jagung merupakan salah satu komoditi yang banyak dihasilkan dihampir seluruh wilayah Indonesia Khususnya di Desa Kalimas. Selama ini, pemanfaatn hasil produksi jagung hanya terkonsentarasi pada biji, sedangkan tongkol buah menjadi limbah. Padahal tongkol buah yang juga biasa disebut janggel jagung ini bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Hanif Hakim dan Delvin Reza Memberikan Materi Pakan Ternak dari  Bonggol Jagung Kepada Masyarakat Kalimas

Pelatihan Teknologi pakan ternak dari Bonggol Jagung yang dipresentasikan oleh UGM ( Universitas Gadjah Mada ) Jurusan Dokter Hewan Saudari Delvin Reza dan Hanif Hakim  dan juga di hadiri Langsung oleh Kepala Dinas Peternakan ibu Fitri Abdul Wali selaku Kepala Bidang Peternakan Pohuwato beserta Pengawas Peternakan Bapak Anton Sugianto dan di hadiri pula  Staf Peternakan bapak Husain hamzah,Ibu Nurhidah,ibu Wati Badera,Bapak Pardianto Karim,Bapak Mohamad Nur dan juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kalimas beserta Aparat dan Masyarakat Desa Kalimas. Kalimas 01 Agustus 2019

Delvin Reza Mempratekkan Cara Pembuatan Pakan Ternak dari Donggol jagung ( Tongkol Jagung )

Pelatihan Teknologi Pakan ternak  Kepala bidang Peternakan Fitri Abdul Wali Mengatakan Pelatihan Teknologi Pakan Ternak mengharapkan kepada masyarakat Desa Kalimas  Supaya bisa Meresapi dan Memahami Tentang Materi Pakan Ternak dari Bonggol Jangung yang akan di sampaikan Oleh Pameteri oleh Mahasiswa UGM.

” Saya Harapkan Nanti Pada saat Mahasiswa UGM, adik adik Kita Memberikan Materi Nanti saya himbau agar Bapak dan ibu bisa Resapi dan Memahami Proses pembuatan Pakan Ternak dari Bonngol Jagung sesuai Prosudur yang Nanti” ujar Kabid Peternakan Fitri Abdul Alwi

Pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak tersebut yaitu dengan cara mengolah tongkol jagung dengan cara di fermentasi. Tongkol jagung digiling atau cacah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna oleh ternak. Kemudian tongkol jagung giling atau cacah itu difermentasi secara aerob dengan menggunakan larutan stater (Tricoderma). Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari dan selanjutnya tongkol jagung hasil fermentasi dapat diberikan kepada ternak.

Ibu Fitri Abdul Alwi ( Kepala Bidang Peternakan ) Memperhatikan Presentasi Materi Cara Pembuatan Bahan Pakan Ternak dari Tongkol Jagung

Pemberian tongkol jagung yang difermentasi dan dicampur dengan konsentrat mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian sapi potong sebesar 0,88 kg/hari/ekor. Bobot sapi yang awalnya 230 kg meningkat menjadi 325 kg. Sedangkan untuk sapi potong yang diberi pakan sesuai dengan kebiasaan peternak setempat, hanya mampu menambah bobot badan meningkat harian 0,5 kg/ekor/hari.

Penggunaan limbah tanaman jagung sebagai pakan dalam bentuk segar membutuhkan biaya yang rendah dan pengolahan yang mudah. Akan tetapi pada saat panen, hasil limbah tanaman jagung ini cukup melimpah. Maka sebaiknya disimpan untuk stok pakan pada saat musim kemarau panjang atau saat kekurangan pakan hijauan.

Dengan demikian, limbah jagung berpeluang meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian jagung. Besarnya peluang peningkatan ekonomi dikarenakan limbah jagung dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang bergizi dan dapat disimpan dengan waktu yag lama seperti silase.

“Begitu banyak dan ruginya bila tidak di terapkan oleh peternak  apalagi untuk bahan penambah pakan ternak sapi yang di telah diberikan sedikit ilmu oleh Mahasiswa UGM Sukur sukur Untuk Menambah ilmu berkaitan dengan bonggol jagung ataw Penambah Bahan Pakan ternak dan oleh sebab itu Harapan saya Kedepannya dalam pertemuan kali ini kepada masyarakat bisa mempratekan donggol jagung bisa dimanfaatkan untuk bahan penambah pakan untuk ternak sapi bapak bapak dirumah”ujar Nurkholish abduh S.Pd.i Selaku Kepala Desa Kalimas

 

 

About kalimas 123 Articles
NURKHOLISH ABDUH, S.Pd.I

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan